Senin, 04 Maret 2013

TALMUD, KITAB HITAM IBLIS

Diposting oleh Unknown




بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
 سبحانه وتعالى,

Sebagai bagian dari pembahasan kita berkaitan dengan Yahudi, maka berikut ini akan kita kaji tentang At Talmud, Kitab yang dianggap suci oleh kelompok Zionis Yahudi di seluruh dunia; dimana perilaku dan tindak-tanduk kaum Zionis Israil mengacu pada ayat² Talmudisme tersebut.

Apakah Talmud itu?
Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Darul ‘Ulum, Kairo, Prof. Ahmad Syalabi menulis, “Taurat bukanlah satu-satunya kitab suci bagi bangsa Yahudi, tetapi ada riwayat-riwayat lain yang disampaikan dan dibawa oleh para pendeta-pendeta Yahudi secara turun temurun. Riwayat-riwayat inilah yang kemudian dikenal dengan Talmud.” (Muqaranatul Adyan: Al-Yahudiyah, 1990).

Untuk mengkaji perkara At Talmud, ada pula suatu Kitab yakni “Kitaab Isro’iil Al Aswad: Al Kanzu Al Marshuud Fii Fadhoo’ih At Talmuud”. Kitab ini pada mulanya berasal dari buku yang ditulis oleh Dr. August Rohling (1839-1931), seorang Professor pada University of Prague, berjudul “Die polemik und das manschenopfer des rabbinismus”, lalu diterjemahkan kedalam bahasa Arab oleh DR.Yusuf  Hana Nashrullooh (dari Mesir), kemudian diberi kata pengantar oleh seorang ‘alim dari Mesir bernama Syaikh Prof. Dr. Muhammad ‘Abdullooh Asy Syarqowi. Dan telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan judul “Talmud, Kitab ‘Hitam’ Yahudi yang Menggemparkan”.

Talmud adalah sebuah kitab yang dianggap suci oleh orang-orang Yahudi, yang berisi ajaran-ajaran agama yang bersifat lisan. Lebih jelasnya, Talmud adalah kitab ideologi yang menafsirkan dan menjelaskan semua pengetahuan, ajaran, undang-undang kehidupan, moral dan budaya kaum Yahudi Isro’iil.

Pada prinsipnya kitab Talmud terbagi dalam dua bagian: Pertama, Mishnah merupakan naskah asli dari undang-undang yang dibuat oleh kaum Yahudi untuk kepentingan mereka sendiri, guna melengkapi kitab Taurat (Perjanjian Lama). Jadi Mishnah adalah merupakan kodifikasi Undang-Undang Lisan (Oral Law atau Oral Tradition) yang pindah dan beredar dari mulut ke mulut para Rahib atau berupa catatan-catatan penjelasan terhadap Syari’at Nabi Musa عليه السلام yang ditulis oleh Rahib-Rahib di kalangan Yahudi.

Kemudian karena mereka merasa takut akan kehilangan syarah-syarah tersebut, maka pada tahun 190-200 M oleh seorang Rahib (Rabbi) Yahudi bernama Judah Hanasi catatan-catatan tafsiran tersebut dikumpulkan menjadi suatu Kitab yang disebut sebagai Mishnah.

Kitab Mishnah ini ditulis dalam bahasa Ibrani Baru atau New Hebrew (yang tidak lagi sama dengan bahasa Ibrani yang digunakan dalam Taurat / Kitab Perjanjian Lama), dimana bahasa Ibrani Baru tersebut telah terpengaruh oleh Bahasa Yunani, Latin dan Parsi.

Kedua, Gemara, yang muncul akibat adanya berbagai perdebatan dan pertikaian pendapat dari para Rahib Yahudi terhadap kandungan Kitab Mishnah. Sehingga pada abad-abad berikutnya Mishnah itu diberi catatan kaki, komentar, syarah, tafsir dan diberi tambahan penjelasan-penjelasan yang sangat banyak oleh para Rahib Yahudi, dimana penjelasan-penjelasan itu disebut sebagai Gemara. Dengan demikian Syari’at Nabi Musa عليه السلامtelah bercampur dengan Gemara yang berasal dari para Rahib Yahudi; atau dengan kata lain bahwa campuran antara teks (Mishnah) dan syarah (Gemara) inilah yang menjadi cikal bakal dari munculnya Kitab baru yang bernama Talmud.

Adapun Kitab Gemara ini ditulis dalam bahasa Aramia / Aramaic, sehingga antara Mishnah dan Gemara terdapat perbedaan bahasa yang sangat jauh sekali.

Gemara terdiri atas: Gemara Yerushalmi (Gemara Palestina / Gemara Baitul Maqdis) yang berisi rekaman diskusi para Rahib yang sesungguhnya bukanlah Rahib-Rahib Yahudi yang berada di Palestina, namun adalah Rahib-Rahib Kerajaan yang diketuai oleh Rabbi Jochanna. Gemara Yerushalmi ini selesai dikodifikasikan pada sekitar abad ke-5 Masehi. Sementara Gemara Babylonia (Gemara Bavli) adalah hasil rekaman penafsiran kitb Mishnah oleh para RahibYahudi di Babilonia, yang mana penyusunannya selesai sekitar abad ke-6 Masehi.

Mishnah dengan tafsiran Gemara Yerushalmi,disebut sebagai “Talmud Yerushalmi”. Sedangkan Mishnah dengan tafsiran Gemara Babylonia (Gemara Bavli), disebut sebagai “Talmud Babylonia” (Talmud Bavli).

Secara ringkasnya, Mishnah adalah isi dan Gemara adalah penjelasan. Keduanya disatukan menjadi satu Kitab yang disebut Talmud.

 

Talmud Yerushalmi (Talmud Palestina / Talmud Baitul Maqdis)

Naskah Talmud Yerushalmi (Talmud Palestina)

Kalau seseorang menyebutkan kata “Talmud” maka yang dimaksudkan biasanya adalah Talmud Babylonia, oleh karena mayoritas kaum Yahudi kurang mengakui Talmud Yerushalmi sebab ia sangat ringkas dan samar. Umumnya mereka hanya bersandar pada Talmud Babylonia sebagai prioritas pertama mereka.

Talmud Babylonia (Talmud Bavli)
Naskah Talmud Babylonia (Talmud Bavli)

Kedudukan Talmud dimata Kaum Yahudi
Dr. Augutst Rohling menyatakan, “Kaum Yahudi meyakini bahwa Talmud adalah lebih suci ketimbang Taurat.” (Al Kanzu Al Marshuud Fii Fadhoo’ih At Talmuud, Bab II).
Dr. Joseph Barcklay, penulis buku “Hebrew Literature”, dengan tegas menyatakan bahwa seluruh bagian dari Talmud merupakan pengingkaran terhadap Taurat Musa (Hebrew Literature, hal 40).
Padahal, menurut seorang filsuf yang juga Rabbi Tertinggi bangsa Yahudi pada zamannya, Rabbi Maimonides (Moses bin Maimon, 1190 M), bangsa Yahudi sesungguhnya tidak pernah bisa memastikan dengan tepat satu pun doktrin dari Talmud karena sejarahnya yang sangat kacau-balau.

Maimonides berkata, “Sejak zaman Nabi Musa dulu sampai zaman Rabbi Judah Hanasi (135-220 M), para pendeta Yahudi tidak pernah sepakat tentang kebenaran satu doktrin pun yang ada pada “Undang-Undang Lisan” (Talmud) yang diajarkan secara terbuka. Para pemimpin agama Yahudi atau nabi dari setiap generasi menulis beberapa catatan tentang kitab tersebut berdasarkan kepada apa-apa yang ia dengar dari guru-guru pendahulunya untuk disampaikan kepada kaumnya.

Namun demikian dalam sebuah teks Talmud, salah Seorang Pendeta / Rahib Yahudi berkata, “Orang yang mempelajari Taurat berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang tidak layak diberi imbalan (pahala), orang yang mempelajari Mishnah berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang layak diberi imbalan, sedangkan orang yang mempelajari Gemara berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang paling besar.” (Babha Metsia, vol.33a)

Bahkan pendeta mereka yakni Rabbi Roski berkata, “Jadikanlah perhatianmu kepada ucapan-ucapan para Rabbi (Talmud) melebihi perhatianmu kepada Syari’at Musa.” (Erubin, vol. 216)
Kemudian dalam buku mereka yang lain yang berjudul “Shaghijan”, disebutkan bahwa, “Barangsiapa yang meremehkan pernyataan-pernyataan para Rabbi (Talmud), maka ia harus dibunuh. Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan orang yang meremehkan pernyataan-pernyataan Taurat. Dan tak ada ampun bagi siapa saja yang meninggalkan ajaran-ajaran Talmud dan hanya sibuk dengan Taurat, karena ajaran para Rabbi adalah lebih utama dari ajaran Musa.

 Pendeta mereka yang lain yakni Rabbi Beshai berkata, “Kalian tidak boleh berteman dengan orang yang hanya mempelajari Taurat dan Mishnah, tetapi tidak mempelajari Gemara.

Bahkan lebih ekstrim lagi, seorang Rabbi pada tahun 1500 menyebutkan dalam Kitabnya bahwa, “Barangsiapa yang hanya mempelajari Taurat tanpa mempelajari Mishnah atau Gemara, maka sungguh ia tidak bertuhan.”

Jelaslah bahwa Talmud yang bukan merupakan firman Allah سبحانه وتعالى itu oleh orang-orang Yahudi dianggap lebih baik dan lebih utama daripada Taurat yang merupakan syari’at Nabi Musa عليه السلام dan yang berasal dari Allah سبحانه وتعالى.

Dengan mengetahui perkara Talmud ini, teringatlah kita akan firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Aali ‘Imroon (3) ayat 78 :
وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقاً يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُم بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِندِ اللّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِندِ اللّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Artinya:
Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allooh”, padahal ia bukan dari sisi Allooh. Mereka berkata dusta terhadap Allooh, sedang mereka mengetahui.

Ketika ‘Ulama Ahlus Sunnah Al Imaam Ibnu Katsiir رحمه الله menafsirkan QS. Aali ‘Imroon (3) ayat 78  ini, beliau berkata, “Allooh سبحانه وتعالى memberitahu tentang Yahudi (– semoga kutukan Allooh سبحانه وتعالى atas mereka –), bahwa diantara mereka ada sekelompok orang yang memutarbalikkan firman Allooh سبحانه وتعالى dari posisinya, kemudian menggantinya dan menghapusnya dari maksud yang sebenarnya untuk memberi kebimbangan pada orang-orang bodoh bahwa yang demikian itu terdapat dalam Kitabullah
Dan mereka menisbatkannya pada Allah سبحانه وتعالى, padahal yang demikian itu adalah berdusta atas nama Allooh سبحانه وتعالى, sedangkan mereka menyadari bahwa mereka telah berdusta dan mengada-ada semua itu.

Perhatikan pula firman-Nya dalam QS. Al Baqarah (2) ayat 79 :
فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَـذَا مِنْ عِندِ اللّهِ لِيَشْتَرُواْ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً فَوَيْلٌ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُونَ
Artinya:
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.

Betapa kaum Yahudi Bani Isro’iil telah jauh berpaling dari Taurat / Syari’at Nabi Musa عليه السلام, dan mereka lebih condong kepada Talmud  yang merupakan tulisan Rahib-Rahib (pendeta-pendeta mereka), bahkan menyatakan bahwa Talmud adalah lebih utama daripada Taurat yang datang dari sisi Allah سبحانه وتعالى.

Naskah ‘Ayat-Ayat Iblis’ Talmud
Di Indonesia, Z.A. Maulani dalam bukunya yang berjudul “Zionisme: Gerakan Menaklukkan Dunia” telah mengkaji perkara At Talmud ini, khususnya pada halaman 88 hingga halaman 109 buku tersebut, beliau (serta berbagai sumber lainnya) memaparkan sejumlah ayat-ayat Talmud yang menjadi dasar segala tindakan kaum Zionis Yahudi terhadap orang-orang non-Yahudi (yang mereka istilahkan sebagai Goyyim atau Gentiles).Dengan demikian dapatlah kita pahami mengapa kaum Zionis Yahudi bersikap rasialis, memandang rendah bangsa lain, arogan serta gemar menebarkan kebencian, teror serta permusuhan (peperangan) terhadap orang-orang non Yahudi.

Hal tersebut adalah dikarenakan sikap mereka itu dipengaruhi oleh ayat-ayat Talmud yang mereka anggap suci, yakni antara lain adalah sebagai berikut :
1. Talmud mengajarkan ketaatan mutlak pada Rabbi-Rabbi (pendeta-pendeta) Yahudi :
Barangsiapa tidak taat kepada rabbi mereka akan dihukum dengan cara dijerang dalam kotoran manusia yang mendidih di neraka” (Erubin 2b)

2. Talmud memperbolehkan orang Yahudi untuk melakukan kejahatan, asalkan dilakukan secara sembunyi-sembunyi :
Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota di mana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu di sana.” (Moed Kattan 17a)

3. Talmud mengajarkan bahwa hukuman menganiaya orang Yahudi adalah hukuman mati :
Jika seorang kafir menganiaya orang Yahudi, maka orang kafir itu harus dibunuh. (Sanhedrin 58b)

4. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi boleh menipu orang non-Yahudi :
Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja kepadanya” (Sanhedrin 57a)
Orang-orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipudaya orang-orang non-Yahudi.” (Zohar I, 168a)
Jika dua orang Yahudi menipu orang non-Yahudi, mereka harus membagi keuntungannya.” (Choschen Ham 183, 7)
Orang Yahudi boleh mengeksploitasi kesalahan orang non-Yahudi dan menipunya.” (Talmud IV/1/113b)

5. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi mempunyai kedudukan hukum yang lebih tinggi daripada orang non-Yahudi :
Jika lembu seorang yahudi melukai lembu orang Kan’an, tidak perlu ada ganti rugi. Jika lembu orang Kan’an melukai lembu orang Yahudi, maka orang itu wajib membayar ganti rugi sepenuh- penuhnya. (Baba Kamma 37b)
Terhadap seorang non-Yahudi tidak menjadikan Orang Yahudi berzina. Bisa terkena hukuman bagi orang Yahudi hanya bila berzina dengan Yahudi lainnya, yaitu isteri seorang Yahudi. Isteri non-Yahudi tidak termasuk.”(Talmud IV/4/52b)
Tuhan tidak mengampuni orang Yahudi yang mengawinkan anak perempuannya kepada orang tua, atau memungut menantu bagi anak laki-lakinya yang masih bayi, atau mengembalikan barang hilang milik orang Cuthea (kafir, bukan Yahudi). (Sanhedrin 57a)

6. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi boleh mencuri barang milik orang non-Yahudi :
Jika seorang Yahudi menemukan barang hilang milik orang kafir, ia tidak wajib mengembalikan kepada pemiliknya.” (Baba Mezia 24a, ayat ini ditegaskan kembali dalam Baba Kamma 113b)

7. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi boleh merampok dan membunuh orang non-Yahudi :
Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea (kafir, bukan Yahudi), tidak ada hukuman mati. Apa yang dicuri oleh seorang Yahudi boleh dimilikinya”. (Sanhedrin 57a)
Kaum kafir adalah di luar perlindungan hukum dan Tuhan membukakan uang mereka untuk Bani Isro’iil. (Baba Kamma 37b)
Tanah orang non-Yahudi, kepunyaan orang Yahudi yang pertama kali menggunakannya.” (Babba Bathra 54b)
Kepemilikan orang non-Yahudi seperti padang pasir yang tidak dimiliki; dan semua orang (setiap Yahudi) yang merampasnya, berarti telah memilikinya.” (Talmud IV/3/54b)
Inilah kata-kata dari Rabbi Simeon ben Yohai, Tob shebe goyyim harog(“Bahkan goyyim yang baik sekalipun, seluruhnya harus dibunuh.”(Perjanjian Kecil, Soferim 15, Kaedah 10)

8. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi boleh berdusta pada orang non-Yahudi :
Orang Yahudi boleh berdusta untuk menipu orang kafir. (Baba Kamma 113a)
Setiap orang Yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah palsu untuk membawa seorang non-Yahudi kepada kejatuhan.”(Babha Kama 113a)

9. Talmud mengajarkan bahwa orang non-Yahudi adalah hewan (bukan manusia) :
Semua anak keturunan orang kafir (bukan Yahudi) tergolong sama dengan binatang.”(Yabamoth 98a)
Anak perempuan orang kafir (bukan Yahudi) sama dengan ‘niddah’ (najis) sejak lahir”. (Abodah Zarah 36b)
Orang kafir (bukan Yahudi) lebih senang berhubungan seks dengan lembu.” (Abodah Zarah 22a-22b)
Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerihoth 6b hal.78, Yebamoth 61a)
Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orachi Chaiim57,6a)
Engkau disebut manusia (Adam), tetapi ‘Goyyim’ (orang non-Yahudi) tidak disebut sebagai manusia.” (Ezekiel 34:31).
Tidak ada isteri bagi non-Yahudi, mereka sesungguhnya bukan isterinya.” (Talmud IV/4/81 dan 82b)
Telah diajarkan: Begitulah (Rabbi) Simeon ben Yohai menerangkan (61a) bahwa kuburan orang ‘goyyim’ tidak termasuk tempat yang suci untuk mendapatkan ‘ohel’ (memberikan sikap ruku’ terhadap kuburan), karena telah dikatakan, wahai domba-domba-Ku yang ada di padang gembalaan-Ku, kalin adalah manusia (Adam)” (Ezekiel 34 : 31), kalian disebut manusia (Adam), tetapi kaum kafir itu tidak disebut manusia keturunan Adam.” (Yebamoth 61a)

10. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi boleh melakukan praktek riba hanya pada orang-orang non-Yahudi :
Orang Yahudi boleh mempraktekkan riba terhadap orang non-Yahudi.” (Talmud IV/2/70b)
Tetaplah terus berjual beli dengan orang-orang non-Yahudi, jika mereka harus membayar uang untuk itu.” (Abhodah Zarah 2a T)

11. Talmud mengajarkan bahwa hanya orang-orang Yahudi yang mempunyai kedudukan tinggi disisi Tuhan (Yahweh) :
Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang Yahudi, melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-Yahudi.” (Talmud IV/8/4a)

12. Talmud mengajarkan bahwa orang-orang Yahudi adalah mulia, sedangkan orang-orang non-Yahudi adalah budak-budak mereka :
Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagi budak untuk melayani orang-orang Yahudi.” (Midrasch Talpioth 225)
Dimana saja mereka (orang-orang Yahudi) datang, mereka akan menjadi pangeran raja-raja.” (Sanhedrin 104a)
Ketika Messiah (Raja Yahudi Terakhir atau Ratu Adil) datang, semuanya akan menjadi budak-budak orang-orang Yahudi.” (Erubin)

13. Talmud mengajarkan bahwa angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus diminimalkan :
Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b)

14. Talmud bahkan mengajarkan hal-hal yang “aneh” dan tidak sepantasnya :
….. Adam telah bersetubuh dengan semua binatang, ketika ia berada di surga.” (Yebamoth 63a)
Seorang Yahudi boleh mengawini anak perempuan berumur tiga tahun (persisnya, tiga tahun satu hari.” (Sanhedrin 55b)
Seorang Yahudi diperbolehkan bersetubuh dengan anak perempuan, asalkan saja anak itu berada dibawah sembilan tahun.” (Sanhedrin 54b)
Seorang perempuan yang telah bersetubuh dengan seekor binatang, diperbolehkan menikah dengan pendeta Yahudi. Seorang perempuan Yahudi yang telah bersetubuh dengan jin juga diperbolehkan kawin dengan seorang pendeta Yahudi.” (Yebamoth 59b)
Seorang Rabbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkan-Nya. Tuhan pun mengakui bahwa Rabbi itu memenangkan debat tersebut.” (Baba Mezia 59b)

Sesatnya Perkataan dan Ajaran Para Rabbi Penganut Talmud
Adapun, didalam “Kitaab Isro’iil Al Aswad: Al Kanzu Al Marshuud Fii Fadhoo’ih At Talmuud” (tarjamah) halaman 193 – 247, telah dipaparkan berbagai perkataan para Rabbi-Rabbi Yahudi yang menunjukkan tetang kesesatan ajaran Talmud mereka, yang dapat kita simak sebagaimana berikut ini:
Didalam Kitab seorang Yahudi bernama Kraft yang terbit pada tahun 1590 dinyatakan, “Ketahuilah bahwa perkataan para Rabbi lebih utama dari perkataan para Nabi. Disamping itu, kamu harus mengakui perkataan para Rabbi ini sebagai Syari’at. Karena perkataan mereka adalah perkataan yang langsung dari Allah. Apabila seorang Rabbi berkata kepadamu bahwa tangan kanan ada di sebelah kiri ataupun sebaliknya, maka benarkanlah perkataannya itu dan jangan membantahnya.”
Maimonides, salah seorang cendekiawan Yahudi yang meninggal di awal abad 13, berkata, Takut kepada Rabbi sama dengan takut kepada Allah.

Didalam Talmud halaman 74 disebutkan bahwa, “Sesungguhnya ajaran-ajaran para Rabbi tidak boleh dibantah dan diubah walaupun dengan perintah Allah! Suatu hari terjadi perselisihan antara Allah dan para Rabbi Yahudi tentang suatu masalah. Setelah terjadi perdebatan panjang, akhirnya penyelesaian masalah itu diserahkan kepada salah seorang Rabbi. Lalu ia memaksa Allah untuk mengakui kesalahan-Nya, setelah Rabbi itu berhasil memutuskan perkara tersebut.
Betapa kufurnya pernyataan tersebut! Bayangkan, Allah سبحانه وتعالى Pencipta langit dan bumi ini dikatakan tidak lebih baik dari para Rabbi Yahudi. Nauudzu billaahi min dzaalik.

Maka didalam Al Qur’an Surat Al Maa’idah (5) ayat 64, Allah سبحانه وتعالى melaknat kekufuran orang-orang Yahudi Bani Isro’iil ini dengan firman-Nya sebagai berikut:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُواْ بِمَا قَالُواْ بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيراً مِّنْهُم مَّا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَاناً وَكُفْراً وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاء إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ كُلَّمَا أَوْقَدُواْ نَاراً لِّلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَاداً وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Artinya:
Orang² Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila`nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Robb-mu sungguh² akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian diantara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allooh memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang² yang membuat kerusakan.

Didalam Talmud juga dinyatakan bahwa, “Bani Israil lebih tinggi derajatnya disisi Allah daripada malaikat. Jika seorang non-Yahudi memukul orang Yahudi, maka seolah-olah orang itu telah memukul Tuhan. Kaum Yahudi (– sebagaimana yang ditulis oleh Rabbi-Rabbi mereka –) adalah bagian dari Allah, seperti seorang anak merupakan bagian dari bapaknya
Oleh karena itu, disebutkan didalam Talmud bahwa apabila seorang non-Yahudi memukul orang Yahudi, maka orang itu harus mati.” (Sanhedrin halaman: 2, no: 58)

Betapa hal ini telah dibantah oleh Allah سبحانه وتعالى dalam firman-Nya yang termaktub pada QS. Al Maa’idah (5) ayat 18 berikut ini :
وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاء اللّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُم بِذُنُوبِكُم بَلْ أَنتُم بَشَرٌ مِّمَّنْ خَلَقَ يَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ وَلِلّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ
Artinya:
Orang-orang Yahudi dan Nashroni mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).

Kemudian didalam Talmud Yerusalem (Talmud Yerushalmi) halaman 94 disebutkan bahwa, “Air mani yang darinya tercipta bangsa² lain yang berada diluar agama Yahudi, adalah air mani kuda.
Jadi dalam ajaran Talmud, orang² selain orang Yahudi itu adalah binatang, yang mereka anggap sebagai keledai, babi, anjing atau bahkan lebih rendah daripada anjing. dan sebagainya.

Perhatikan pernyataan-pernyataan dalam Talmud sebagaimana berikut ini:
-  “Kaum Yahudi akan menjadi bernajis apabila ia menyentuh kuburan orang² non Yahudi, karena mereka itu adalah binatang, bukan manusia.” (Bayamut, no: 6)

-  “Hari-hari raya yang suci bukanlah dijadikan untuk orang² asing dan bukan pula untuk anjing².” (Kitab Keluaran pasal 12 ayat 16)

Rabbi Manahem berkata, “Wahai bangsa Yahudi, sesungguhnya kamu adalah keturunan manusia karena rohmu berasal dari roh Tuhan. Adapun ummat² lain adalah tidaklah demikian, karena roh mereka berasal dari roh yang bernajis.

Rabbi Abarbaniel berkata, “Hanya bangsa terpilih saja yang berhak mendapatkan kehidupan yang abadi. Sedangkan bangsa² lainnya, perumpamaan mereka adalah seperti keledai². Sehingga, hubungan kekerabatan antara orang-orang Yahudi dan orang-orang non Yahudi tidak terjalin sama sekali, karena tidak mungkin manusia menjalin kekerabatan dengan keledai.
Kaum Yahudi juga menganggap bahwa rumah² ibadah ummat² lain adalah seperti kandang² binatang.

-  Menurut Rabbi Ariel, “Orang-orang diluar Yahudi adalah sama seperti babi² hutan, yang penuh dengan najis.

Orang-orang Yahudi pun beranggapan bahwa tidak dibenarkan berbuat baik ataupun berbelas kasihan terhadap orang² diluar Yahudi, karena dalam anggapan mereka orang² non Yahudi tersebut bukanlah manusia.

Simaklah pernyataan para Rabbi Yahudi itu sebagai berikut:
-  “Kamu tidak boleh berbelas kasihan kepada orang gila.” (Sanhedrin halaman 1, no: 92)
Rabbi Jarson berkata, “Tidak pantas seorang laki² yang shalih (Yahudi) berbelas kasihan kepada laki² yang jahat (non-Yahudi).

-  Menurut ajaran Talmud, “Orang² Yahudi diperbolehkan bersikap munafiq terhadap orang-orang lain yang non-Yahudi.

Bahkan orang-orang Yahudi beranggapan bahwa bumi ini semata-mata hanyalah milik orang-orang Yahudi, sehingga orang-orang Yahudi bebas menguasai harta bahkan darah (nyawa) orang-orang diluar Yahudi.

Perhatikan pernyataan para Rabbi Yahudi tersebut:
- Rabbi Elbo berkata, “Allah telah mengangkat kaum Yahudi sebagai penguasa harta benda ummat² lainnya, bahkan darah (nyawa) mereka.

Rabbi Isha berkata, “Ketika aku lihat pohon anggur telah berbuah, aku menyuruh pembantuku untuk memetik buahnya untukku jika pemilik pohon itu adalah orang asing; tetapi jika pemiliknya adalah orang Yahudi, maka aku tidak mau melakukannya.”

-  Disebutkan didalam Talmud bahwa Rabbi Samuel, salah seorang Rabbi terkemuka Yahudi, berpendapat bahwa, “Mencuri harta orang² non Yahudi adalah tidak terlarang dalam Syari’at.” (Ia sendiri pernah membeli bejana emas dari non-Yahudi yang dikira tembaga oleh orang itu. Dan ia hanya membayar 4 dirham kepada penjual itu, lalu mencuri lagi 1 dirham darinya)

-  Disebutkan didalam Talmud antara lain perkataan Rabbi Levi bin Jarson, bahwa, “Tidak diperbolehkan bagi kaum Yahudi untuk memberi pinjaman kepada orang asing, kecuali dengan jalan riba.”
Namun disisi lain, riba tersebut tidak diperbolehkan untuk diterapkan diantara sesama mereka kaum Yahudi, sebagaimana dijelaskan oleh Rabbi Yashai, “Para Rabbi Yahudi tidak membolehkan untuk mengambil bunga dari orang-orang Yahudi.

-  Dinyatakan dalam Talmud, “Bunuhlah orang² baik yang bukan dari Bani Isro’iil. Diharomkan bagi orang Yahudi untuk menyelamatkan orang non-Yahudi dari kematian atau mengeluarkannya dari lubang yang ia terperosok kedalamnya, karena dengan melakukan itu berarti menjaga kehidupan para penyembah berhala (orang non-Yahudi).

Bahkan terdapat tambahan keterangan pada Talmud tersebut, “Apabila salah seorang pemuja berhala (orang non-Yahudi) terperosok kedalam lubang, kamu harus menutupi lubang tersebut dengan batu!

Rabbi Raschi berkata, “Diwajibkan melakukan segala cara yang diperlukan supaya penyembah berhala (orang non Yahudi) itu tidak dapat selamat darinya!

Oleh karena itu tidaklah heran bahwa peperangan di berbagai belahan dunia ini, terorisme dan permusuhan dilancarkan oleh orang² Zionis Yahudi terhadap bangsa lain. Itu semua adalah “grand design” (rencana besar) mereka. Merekalah perancang peperangan-peperangan tersebut, sebagaimana hal ini diakui sendiri oleh mereka.

Perhatikanlah apa yang dikatakan oleh Marcus Ravage (penulis biografi Yahudi Rothschild)pada tahun 1928, dalam esainya yang berjudul “The Real Case Against the Jews” sebagai berikut :
Anda belum mulai menghargai kedalaman sebenarnya dari kesalahan kita. Kami adalah penyusup. Kami adalah pengganggu. Kami adalah perusak prinsip-prinsip, korup, subversif
Kami telah mengambil alam dunia anda, cita² anda, takdir anda, dan bermain-main malapetaka dengan mereka. Kami berada dibalik peperangan, bukan hanya perang-perang besar yang terakhir, akan tetapi hampir di semua peperangan anda, bukan hanya revolusi Rusia akan tetapi di setiap revolusi besar lainnya dalam sejarah anda. Kami telah membawa perpecahan dan kebingungan serta  frustrasi dalam kehidupan pribadi dan publik dunia. Kami masih terus akan melakukannya. Tidak seorang pun dapat memberitahu berapa lama lagi kami akan terus melakukannya.”- (The Century Magazine, January 1928, Vol. 115, No. 3, p. 346-350.)

Bisa jadi mereka pula yang berada dibalik peristiwa pengeboman menara kembar WTC New York, tanggal 11 September 2001. Itu adalah skenario Yahudi, dengan tujuan mendiskreditkan ummat Islam. Didalam perhitungan mereka adalahTidak mengapa mengorbankan suatu gedung, untuk mendapat keuntungan yang lebih banyak daripada nilai gedung tersebut.” 

Yang demikian itu adalah laksana pepatah “maling berteriak maling”, dimana kaum Muslimin lah yang sejak peristiwa tersebut dipojokkan dengan berbagai tuduhan teroris, islamophobia dan sebagainya; padahal yang demikian itu adalah realisasi mereka kaum Yahudi terhadap ajaran Talmud.

Agar lebih mudah memahami peristiwa 11 September tersebut.
Silakan lihat berbagai bukti yang terekam dalam video² youtube berikut ini :
-  Konspirasi 11 September (911 in Plane Site) – 1/5.flv
-  Konspirasi 11 September (911 in Plane Site) – 2/5.flv
-  Konspirasi 11 September (911 in Plane Site) – 3/5.flv
-  Konspirasi 11 September (911 in Plane Site) – 4/5.flv
-  Konspirasi 11 September (911 in Plane Site) – 5/5.flv
-  Ilmu Arsitek & Teknik – Runtuhnya WTC-7 Oleh Peledakan Bomb!
-  MISTERI SETAN 15 – KEJANGGALAN WTC 1
-  MISTERI SETAN 16 – KEJANGGALAN WTC II
-  MISTERI SETAN 17 – KEJANGGALAN WTC III

Hal ini pun relevan dengan penjelasan yang datang dari pihak Barat sendiri dimana Texe Marrs, seorang penyelidik (investigator) independen Amerika yang telah menelusuri garis darah Dinasti Bush selama 6 (enam) tahun, menemukan bukti bahwa keluarga besar Bush, termasuk mantan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush, merupakan sebuah keluarga yang sangat rajin mempelajari Talmud.

Texe Marrs menjelaskan bahwa, “Dinasti Bush adalah dinasti Yahudi dan mereka menjadikan Talmud sebagai kitab sucinya. Adalah salah besar menyangka mereka sebagai keluarga Kristiani. Mereka menunggangi kekristenan untuk menipu warga Kristen dunia. Padahal, mereka merupakan keluarga Talmudis yang taat.


George Bush terlihat membawa Kitab Talmud Bavli (Talmud Babylonia) (*)

Presiden² Amerika (George Bush dan Barrack Obama) terlihat melakukan ritual di tembok ratapan kaum Yahudi (*)

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto-foto ini tidak di-samarkan.

Jadi menurut ajaran Talmud, adalah patut dan wajar kalau manusia selain Yahudi harus musnah dari muka bumi, karena bumi ini haruslah menjadi milik Yahudi semata-mata. Harta di dunia ini juga harus menjadi milik Yahudi. Dan orang² non-Yahudi harus terlilit hutang oleh riba, yang pada akhirnya semua keuntungan dikeruk untuk kepentingan kaum Yahudi.

Kemudian di dalam ajaran Talmud, orang² Yahudi diperbolehkan untuk berzina dengan wanita non Yahudi, karena orang non Yahudi dianggap bukan manusia.

Hal ini dapat disimak dari perkataan Rabbi-Rabbi mereka berikut ini:
Rabbi Raschi berkata, “Orang Yahudi tidak berdosa jika menodai kehormatan (memperkosa) wanita non Yahudi karena semua aqad nikah yang dilakukan oleh non Yahudi adalah tidak sah. Wanita yang bukan dari Bani Israil sama seperti hewan, sedangkan aqad nikah diantara seekor hewan dengan hewan lainnya adalah tidak berlaku.

Pendapat Rabbi Raschi ini disepakati oleh Rabbi² lainnya, yakni Rabbi Beshai, Rabbi Levi dan Rabbi Jarson.

Maimonides berkata, “Kaum Yahudi berhak memperkosa wanita² yang tidak beriman atau wanita² yang bukan dari golongan Yahudi.

- Rabbi Tam yang merupakan generasi Yahudi ke-13 di Perancis berkata, “Sesungguhnya berzina dengan orang non Yahudi, baik laki² maupun perempuan, tidak ada hukumannya, karena orang² asing adalah keturunan hewan.

Oleh sebab itu, Rabbi tersebut mengizinkan wanita Yahudi untuk menikah dengan seorang pria Nasrani yang sudah masuk kedalam agama Yahudi, sekalipun sebelumnya mereka berdua telah lama berpacaran dan melakukan hubungan suami istri. Ini adalah karena perzinaan mereka selama ini tidak dianggap sebuah perzinaan, karena laki² itu belum terhitung manusia pada waktu itu.

Perhatikan betapa orang² Yahudi dengan ajaran Talmud-nya menyebarkan perzinaan secara meluas di muka bumi. Merekalah yang berada dibalik pengembangan ide-ide “perlombaan ratu kecantikan”, menciptakan “trend² mode dunia” yang terbuka aurotnya, dan berbagai kerusakan yang sesungguhnya sangat disayangkan bahwa banyak diantara kaum Muslimin yang jatuh kedalam gaya hidup (life style) kaum Yahudi ini dan melupakan peringatan Rasulullah صلى الله عليه وسلم, sebagaimana terdapat dalam Hadits Riwayat Al Imam Al Bukhary no: 7320 dan Al Imaam Muslim no: 2669, dari Sahabat Abu Saa’id Al Khudry رضي الله عنه :
لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
Artinya:
Sungguh kalian akan mengikuti cara hidup dan gaya orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai-sampai mereka masuk kedalam lubang biawak, kalian pun akan mengikuti mereka.

Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah orang-orang Yahudi dan Nashroni yang engkau maksudkan?
Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab, “Siapa lagi (– kalau bukan mereka – pent.).”

Bukankah banyak diantara kaum Muslimin di zaman sekarang yang menganggap bahwa pacaran sebelum nikah itu adalah “sah-sah” saja? Mereka lupa bahwa itu adalah zina dan dosa. Dan bahkan sebagian diantara kaum Muslimin dewasa ini merasa heran apabila ada laki-laki Muslim (ikhwan) yang menikahi seorang wanita Muslimah (akhwat) tanpa melalui proses pacaran. Hal ini diakibatkan gaya hidup “pacaran” yang berasal dari budaya orang² Yahudi dan Nashroni tersebut telah menjangkiti sebagian diantara kaum Muslimin zaman sekarang.

Oleh karena itu, wahai Muslimin dan Muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى, jagalah diri kalian dan keluarga kalian agar jangan sampai tertulari virus-virus gaya hidup yang rusak ini, terutama di zaman sekarang dimana teknologi berkembang begitu pesatnya sehingga program Talmud tersebut bahkan dapat di-install melalui Handphone² Blackberry. Mudah-mudahan dengan mengkaji perkara Talmud, menjadikan kaum Muslimin sadar serta dapat membentengi diri agar jangan sampai terperosok kedalamnya.


Dan hendaknya kaum Muslimin benar² mencamkan firman Allah سبحانه وتعالى dalam QS. Al Baqarah (2) ayat 120:
وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ
Artinya:
Orang-orang Yahudi dan Nashroni tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allooh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Syaikh ‘Abdurrohman As Sa’di رحمه الله ketika menafsirkan QS. Al Baqarah (2) ayat 120 ini berkata sebagai berikut, “Allahسبحانه وتعالى memberitahu Rasul-Nya صلى الله عليه وسلم bahwa Yahudi dan Nashroni tidak akan ridho, kecuali jika (orang-orang beriman) mengikuti agama mereka. 

Karena mereka adalah penyeru pada dien yang mereka (Yahudi / Nashroni) diatasnya, dan mengaku bahwa yang demikian itu adalah petunjuk. Maka katakanlah olehmu pada mereka, “Sesungguhnya petunjuk Allooh سبحانه وتعالى yang aku diutus dengannya adalah petunjuk (Al Huda). Adapun yang kalian diatasnya adalah Hawa (Nafsu), sesuai dengan firman Allah سبحانه وتعالى, yang artinya: “Dan jika kamu ikuti hawa-hawa (nafsu) mereka setelah ilmu datang kepadamu, maka sungguh kamu tidak lagi memiliki dari Allah سبحانه وتعالى perlindungan dan pertolongan.

Maka ini adalah bukti larangan yang besar, tentang mengikuti hawa nafsu-hawa nafsu orang Yahudi dan Nashroni, juga menyerupai mereka dalam perkara yang khas dari agama mereka dan pernyataan ini, betapapun ditujukan untuk Rasulullah صلى الله عليه وسلم, akan tetapi ummatnya termasuk didalamnya. Karena yang menjadi pelajaran adalah umumnya makna, bukan khususnya pembicaraan; sebagaimana pelajaran itu dengan umumnya lafadz, bukan dengan khususnya sebab.

Juga firman-Nya dalam QS. Al Baqoroh (2) ayat 217:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ اللّهِ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُوْلَـئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Artinya:
Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Harom. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil Harom dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia² amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
Syaikh ‘Abdurrohman As Sa’di رحمه الله ketika menafsirkan QS. Al Baqoroh (2) ayat 217 berkata sebagai berikut, “Allahسبحانه وتعالى  mengkabarkan bahwa mereka (Yahudi/ Nashroni) senantiasa memerangi orang-orang yang beriman. Tujuan mereka bukan pada harta orang² mukmin ataupun nyawanya, melainkan tujuan mereka itu adalah untuk mengembalikan orang² mukmin dari agama Islam menjadi orang-orang kaafir setelah beriman, sehingga menjadi bagian dari Neraka Sa’iir. Bahkan mereka (Yahudi/ Nashroni) berkorban dengan seluruh kemampuan mereka dalam hal itu, sebagai bentuk upaya sejauh kemampuan mereka.

TANYA JAWAB

Pertanyaan:
Didalam beberapa kajian lalu dibahas bahwa Syi’ah seringkali bekerjasama dan membantu kepentingan-kepentingan Yahudi. Namun di berbagai media massa di tanah air kita, pemberitaan yang ada adalah justru sebaliknya, yaitu bahwa Presiden Iran Ahmadinejad sangat bermusuhan dan menunjukkan sikap berani untuk menentang Amerika. Bagaimanakah sikap kita sebagai Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah terhadap berbagai pemberitaan tersebut?

Jawaban:
Ahmadinejad adalah Presiden Iran saat ini, dan Iran adalah negeri Syi’ah. Artinya: Ahmadinejad adalah pimpinan Syi’ah. Dan Syi’ah sebenarnya adalah teman-teman akrab Yahudi.

Dalam sejarahnya pun Syi’ah didirikan oleh ‘Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam, tetapi kemudian menyebarkan fitnah dari dalam diantara kaum Muslimin.

Syi’ah terkenal memiliki strategi Taqiyyah (berpura-pura) didalam berdakwahnya. Jadi tidak heran apabila Ahmadinejad ditonjolkan sebagai sosok yang memiliki penampilan sederhana, simpatik, berpura-pura melawan dan sangat anti pada Yahudi-Amerika. Itu semua adalah Taqiyyah mereka dalam menjalankan usaha/ kepentingan Syi’ah. Namun, jangan kita kaum Muslimin terkecoh; karena dibalik upaya berpura-pura simpatik, dermawan, ilmiah dan sebagainya itu, mereka (Syi’ah) jelas² menyebarkan ‘aqiidah yang sesat, mengatakan bahwa Al Qur’an yang ada sekarang belum lengkap, mencaci maki para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan lain sebagainya.

Bahkan beberapa waktu lalu dalam situs www.detiknews.com, terungkap bahwa Ahmadinejad memiliki nama keluarga yang berasal dari Yahudi. Berikut ini adalah foto close-up dari paspor Presiden Iran Ahmadinejad saat Pemilu di bulan Maret yang mengungkapkan bahwa dia sebelumnya dikenal sebagai Sabourijan, demikian sebagaimana dikutip detikcom dari The Daily Telegraph edisi Sabtu (3/10/2009).
Sabourjian adalah nama keluarga Yahudi dari sekitar Aradan, tempat kelahiran Mahmoud Ahmadinejad, sebelah tenggara ibukota Teheran. Nama ini berasal dari kata “Penenun dari Sabour“, merujuk pada syal / selendang Yahudi Tallit di Persia.

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak di-samarkan.

Berikut ini terdapat pula foto² yang merupakan fakta yang mengungkapkan kedekatan antara Ahmadinejad dengan para pemuka Yahudi.



(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto-foto ini tidak di-samarkan.

Dan apabila anda membaca buku mereka yang berjudul “Madzab Pecinta Ahlul Bait”, maka dalam buku tersebut sama sekali tidak disebut-sebut tentang Sahabat Abu Bakar As Siddiiq, ‘Umar bin Khatab, ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنهم. Semata-mata hanya menyebutkan Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه saja. Hal ini dikarenakan mereka menuduh sebagian besar Sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم tersebut kaafir setelah beliau صلى الله عليه وسلم meninggal.

Bayangkan, betapa Syi’ah telah bersikap diluar batas terhadap para Sahabat Rasulullahصلى الله عليه وسلم, yang Allah سبحانه وتعالى sendiri telah ridho pada mereka. Perhatikanlah firman Allah سبحانه وتعالى dalam QS. At Taubah (9) ayat 100:
وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Artinya:
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allooh ridho kepada mereka dan merekapun ridho kepada Allooh dan Allooh menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.

Berarti Syi’ah mengkufuri QS. At Taubah (9) ayat 100 ini, atau dengan kata lain, Syi’ah menuduh bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم gagal dalam berdakwah, karena sebagian besar Shohabat-nya (dalam anggapan Syi’ah) adalah kaafir sepeninggal beliau صلى الله عليه وسلم.

Hal ini jauh berbeda dengan sikap Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah, dimana Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah mencintai para Sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم, baik Abu Bakar As Siddiiq, ‘Umar bin Khatab, ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنهم, termasuk pula Ali bin Abi Tholibرضي الله عنه. Mereka semua adalah Amiirul Mu’miniin. Tetapi oleh Syi’ah, hanya Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه yang dikultuskan, sementara yang lainnya dikutuk. Oleh karena itu hendaknya kita semua waspada dengan kesesatan yang mereka sebarkan ini.

Hendaknya kaum Muslimin berhati-hati! Jagalah ‘Aqiidah dan jangan mudah terpengaruh oleh strategi Taqiyyah orang² Syi’ah.

Alhamdulillah, kiranya cukup sekian dulu bahasan kita kali ini, mudah-mudahan bermanfaat. 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Rabu, 20 Februari 2013

Sekte - Sekte Kiamat Yang Pernah Ada

Diposting oleh Unknown

Kiamat memang menjadi pembicaraan yang paling hangat dan semua orang membicarakannya.Tapi di dunia ini ada sekte-sekte kiamat loh...mau tahu?? yuk kita lihat bersama whiteduivel:



God's Messenger
Sekte ini yakin bahwa orang yang bercambang lebat dan membawa poster yang isinya menyatakan akhir dunia akan benar - benar muncul pada 1 januari 2000. Orang itu datang untuk memerintah alam semesta. Sekte God's Messenger hampir bubar ketika para anggotanya selama berminggu - minggu menyembah 2 hal aneh yaitu seekor anjing milik polisi yang tersesat dan seorang pedagang sandwich di Seattle, Washington.


 
BeelzeBubba
Sekte Beelzebuba dikenal juga dengan nama The One True Star. Kelompok yang sangat masuk akal ini berpendapat bahwa mantan Presiden AS Bill Clinton sesungguhnya merupakan perwujudan fisik setan di muka bumi.

Para anggota sekte ini menggunakan waktu jaga mereka dengan mencoba menumbangkan pemerintahan Clinton. Namun merega gagal. Kegagalan inilah yang mendorong munculnya niat para anggotanya untuk mempercepat datangnya kiamat.



The Church of Eschatology
Para pengikut sekte ini menyimpulkan bahwa umat manusia akan hancur dan mengikuti harapan Kristen Fundamentalis bahwa Pengadilan Akhir akan termasuk kebangkitan orang mati. Anehnya, sekte ini konon mengkhawatirkan kemungkinan kebangkitan Hitler, Stalin, Pol Pot, dan seekor kutu air terbang yang besar. Akibatnya, pada 1967 seorang anggota sekte ini pernah berjam - jam berburu kutu air di kamarnya sebelum akhirnya meremukkannya.



The Numeracy
Sekte ini percaya bahwa kutu komputer Y2K menjelang pergantian milenium pada 31 Desember 1999 akan mengakibatkan seluruh manusia dalam bahaya fisik yang sangar mengerikan. Pada 1 januari 2000 para anggota sekte ini mengharapkan komputer-komputer mulai melepaskan aliran angka 0 dan 1 tanpa henti ke udara. Jika cara ini dilakukan, akibatnya sangat berbahaya karena pesawat terbang yang beroperasi pada tanggal 1 akan mengalami kerusakan. Angka 0 dan 1 yang dikeluarkan oleh komputer bisa mengganggu alur transportasi udara.

Menjelang masuk ke milenuim 3, para pengikut sekte ini berencana akan melindungi diri dengan memakai helm, pelindung bahu dan baju lengan pendek yang disablon dengan nomor transendental tersebut..


David Branch (Ranting Daud)
Pada Februari 1993, Vernon Howell alias David Korehs, pemimpin sekte David Branch, tewas bersama 75 anggotanya di Waco, Texas, ketika pasukan federal AS menyerbu gedung tempat Koresh “menyandera” para anggotanya di kamp yang dia sebut Ranch Apocalypse (Peternakan Kiamat). Ini mengakhiri pengepungan 51 hari yang dranatis dan disiarkan langsung televisi seantero dunia.

Koresh menganggap dirinya titisan Nabi Daud. Klaim ini mengagumkan bagi para pengikutnya. Dia merekrut anggota untuk menantikan kedatangan Tuhan, menciptakan armageddon sendiri dan akhirnya mengajak para anggota sekte untuk mati.

Koresh meyakinkan bahwa armageddon akan berlangsung di Texas. Oleh karena itu merekah harus mempersiapkan berbagai senjata untuk menghadapinya. Pemerintah federal AS menganggap kelompok Koresh yang bersenjata itu telah melanggar hukum. Maka pemerintah meminta mereka untuk menyerahkan diri. Namun bukannya menyerah, setelah dikepung beberapa minggu, Koresh justru membakar diri bersama pengikutnya.



Aum Shinrikyo (Kebenaran Tertinggi)
Selain membahayakan keselamatan jemaatnya, sekte-sekte kiamatpun mengancam masyarakat di luar sekte. Misalnya yang dilakukan oleh para pengikut sekte Aum Shinrikyo.

Sekte ini dipimpin oleh Shoko Asahara. Dalam bukunya, Disaster Approaches the Land of the Rising Sun, Asahara menyatakan bahwa kiamat akan tiba lewat awan gas dari Amerika. ”Armageddon akan pecah pada tahun 1997 dan kita harus melihat ideologi Nazi Jerman untuk penyelamatan,” tulis Asahara.

Menurut Asahara, semua manusia akan musnah kecuali pengikut Aum. Dia lalu menyuruh para pengikutnya untuk menyiapkan bunker anti-perang nuklir. Asahara juga memerintahkan pengikutnya untuk menimbun senjata kimia. Oleh pengikutnya, gas itu digunakan untuk menyerang jaringan kereta bawah tanah di Tokyo pada 20 Maret 1995. Akibatnya, 12 orang tewas dan lebih dari 5000 orang lainnya sakit.


 
The Restoration of Ten Commandments
Sekte yang dipimpin oleh Joseph Kibweeteere ini membakar diri di gereja Kanungu, Uganda. Di antara 530 pengikut yang membakar diri, yang ditemukan tengkoraknya sekitar 330 orang. Dengan kejadian lain, diperkirakan total kematian itu mencapai lebih dari 1000 orang.
Sebelumnya, Kibweteere bersabda : ”tahun ini bumi akan berakhir”.

Kiamat memang menjadi magnet penyerahan diri kalangan tertentu. Begitu juga dengan sabda kiamat dari Kibweteere. Dia mengaku telah mendengar pembicaraan antara Yesus Kristus dan Bunda Maria, bahwa kiamat segera tiba jika manusia tidak menjalankan 10 peintah Tuhan. Kata Kibweteere, kiamat akan tiba pada 31 Desember 1999.

Falun Gong
Master Li Hongzhi, pemimpin aliran Falun Gong di China, mengamati peristiwa besar yang berlangsung antara 1992-2002. Menurutnya, karakter alam semesta yaitu zhen (sejati), Shan (baik), dan Ren (sabar) sedang memurnikan hati manusia dan bumi.

Bagi hongzhi, peradaban manusia di muka bumi setidaknya telah dihancurkan kurang lebih sebanyak 4x oleh Sang Pencipta. Masa sekarang merupakan masa kehidupan peradaban kelima umat manusia di bumi.

Jika dicermati, tahun 1992 adalah saat pertama kali Li Hongzhi mengenalkan ajaran Falun Gong secara terbuka kepada masyarakat. Dia mengintrodusir ajarannya di tengah kemrosotan moral manusia.

Antara 1992-1999, pengikut latuhan kultivasi jiwa dan raga di sekte Falun Gong sudah mencapai hampir 100 juta orang di Daratan China. Kini Falun Gong sudah menyebar ke lebih dari 60 negara. Melalui kultivasi yang terus – menerus, latihan ini dapat mencapai tujuan mengganti sel-sel manusia dengan materi energi tinggi dan meningkatkan moral manusia sesuai karakter alam semesta serta kembali ke jati diri yang asli.


Rabu, 13 Februari 2013

SMS PENIPUAN. . . . ! ! !

Diposting oleh Unknown

XXX : Tolong Belikan Pulsa 50ribu Ke Nmer Baru Mama 08387583xxxx, Mama Lagi Di Kantor Polisi, Jangan Telpon Dulu..
             Nih Pake Nomer Temen Mama..

Udin : Iya Bentar Neh Lagi Bangun Tidur..
XXX : Cepet Ya Nak, Soalnya Mama Butuh Banget..
Udin : Kok Nomernya Ganti Bu??

XXX : Iya Nak, Tadi Baru Beli..

Udin : Eh Bu, Ngomong2 Handphone nya Baru Ya?

XXX : Iya, Udah Cepet Beliin, Bawel Amat Si Kamu, Cepet Ya Mama Butuh Banget..

Udin : Oh Ya Bu, Kok Tumben Dulu Ga Pernah Bilang Mama, Tapi IBU..

XXX : Maklum Nak, Ibu Kan Lagi Di Kantor Polisi, Jadi Ibu Grogi..

Udin : Tapi Ibu Kan Udah Meninggal 10th YangLalu Bu,, Emang Ada Kantor Polisi Ya Bu Di Kuburan??

XXX : Eh Kampret, Ngapain Baru Bilang, Mana Pulsa Udah Nipis Lagi, Ngabisin Pulsa Aja Loe..
            Dasar Muka JAMBAN LOE..

Udin : ? ? ? ? ? ? ? ?
(hening dalam kebingungan)

Sabtu, 19 Januari 2013

Rahasia Ciuman Ala Negeri Tiongkok Kuno

Diposting oleh Unknown


 
 
Dalam seni bercinta berciuman adalah salah satu kegiatan yang sangat digemari. Berciuman juga merupakan satu fase dalam pemanasan sebelum bersanggama.

Berciuman memiliki seni dan caranya sehingga baik bagi pria maupun wanita dapat merasakan kenikmatannya.

'Shu Ni Cing' membagi cara berciuman dan gigitan menjadi sepuluh bentuk, yaitu lima bentuk ciuman dan lima bentuk gigitan.

Berikut seni berciuman dan gigitan dari kitab 'Shu Ni Cing' yang paling memabukkan dan romantis sebagai salah satu seni bercinta.

1. Ciuman sensasi

Teknik menggoda pasangan sehingga merasa penasaran dan kemudian dilanjutkan dengan ciuman yang lebih bergelora.

Caranya wajah sang pria mendekati ke wajah pasangannya, kemudian sentuh bibir pasangannya dengan bibir atas sambil mendesah penuh godaan. Setelah bibirnya terbuka karena bergairah kemudian sentuhkan ujung lidah pada bibirnya secara perlahan.

2. Ciuman keliling

Maksud dari teknik ciuman ini adalah lidah masuk ke dalam rongga mulut pasangan dan di sana menjelajah ke mana-mana sesuka Anda. Mula-mula lidah menelusuri langit-langit mulut dan kemudian berputar bersama lidah pasangan.

3. Ciuman singa mentari

Ciuman singa menari adalah mencium seluruh bagian tubuh pasangan dengan sentuhan-sentuhan bibir yang romantis. Ciuman ini dimulai dari bibir atas, lalu bibir bawah, leher, belakang telinga, dada perut, daerah antara perut dan kemaluan, selangkangan, kemaluan, betis, paha, dan kaki.

4. Ciuman bergema

Teknik ciuman ini dilakukan dengan tambahan suara erangan sehingga menimbulkan nafsu bagi pasangan. Caranya tempelkan bibir pada ujung rahang yang berdekatan dengan telinga, kemudian geserkan bibir menyeberang pada sisi rahang yang lain sambil mengerang.

Lalu bibir mendekati telinga kemudian mainkan lidah di atas lubang telinga. Erangan-erangan ini akan membangkitkan gairahnya.

5. Ciuman ikan cupang beradu

Ciuman ini melibatkan dua lidah yang bersatu di dalam rongga mulut salah satu pasangan. Baik itu di pasangan pria ataupun wanita.

Lidah yang beradu di rongga mulut itu bagaikan sepasang ikan cupang di dalam sebuah bejana yang saling beradu. Kedua lidah ini berjalin, saling memutar untuk mendapatkan kepuasan.

6. Bukan hanya sekadar chemistry

Ciuman paling menyenangkan dilakukan saat pasangan sudah saling memiliki hubungan emosional kuat dan suasananya tepat, bukan hanya sekadar memiliki chemistry.

“Tidak ada satu formula yang benar-benar tepat tentang ciuman paling hebat, butuh banyak formula,” ujar seorang ilmuwan bernama Sheril Kirshenbaum.

7. Ciuman bikin syaraf terstimulasi

Banyak syaraf yang terdapat di bibir terstimulasi dengan ciuman. Karena itulah ciuman bisa menjadi salah satu pemanasan sebelum Anda bercinta dengan pasangan, dan bisa Anda berikan setelah bercinta, untuk menambah kepuasan bersama. (Krista Bloom, PhD, author of The Ultimate Compatibility Quiz)

8. Berdasarkan cinta ciuman akan lama

Ciuman yang disertai perasaan mendalam biasanya akan berlangsung lama. Hal ini karena ciuman itu dapat memacu aliran darah Anda lebih cepat, membuat Anda lebih bersemangat dan memudahkan Anda mencapai orgasme. (Ava Cadell, PhD)

9.Timbulkan rasa bahagia

Saat berciuman, tubuh akan memproduksi suatu zat yang memiliki kekuatan 200 kali lipat morfin. Oleh karena itu, saat berciuman kita seperti merasa bahagia gembira.

10. Buat awet muda

Ciuman bisa menggerakkan 29 otot di wajah. Dengan kata lain, dengan berciuman, Anda bisa menjadi tampak lebih muda, karena dapat mencegah kerutan di wajah.

11. Memperpanjang usia

Berdasarkan penelitian, kaum lelaki yang mencium pasangannya sebelum berangkat kerja, akan memiliki usia lima tahun lebih lama. Sedangkan lelaki yang hanya menutup pintu saat berangkat kerja, ternyata lebih cenderung terlibat masalah kecelakaan di jalan.