Sabtu, 28 Juli 2012

Di jepang, kotoran manusia di olah menjadi makanan

Diposting oleh Fuad Assidiq


Seorang ilmuwan di Jepang bernama Mitsuyuki Ikeda mencari cara untuk mengekstrak protein bagus yang terkandung dalam kotoran manusia. Ilmuwan terkenal asal Okayama Laboratory tersebut yakin protein itu bisa dimanfaatkan.

Dibalik keberhasilannya merubah kotoran manusia menjadi makanan layak konsumsi, ternyata pemerintah Tokyo yang meminta untuk mengolah kotoran manusia tersebut.

Pemerintah Tokyo yang kewalahan dengan lumpur selokan yang terdapat di dalam tanah, mencari cara-cara alternatif selain membuang kotoran tersebut ke laut. Tapi entah apa alasannya, keputusan yang diambil pada akhirnya ialah dengan mengolah dan memakan kembali kotoran tersebut.

Dari hasil ekstrak itu, Mitsuyuki dan timnya menciptakan steak berwarna merah. Steak buatan tersebut juga diberi rasa kacang. Mesin exploder membantu membuat daging sintetis dari hasil ekstrak kotoran tersebut.

Kotoran manusia yang diolah tersebut bukan diambil langsung dari WC, melainkan dari lumpur dalam selokan yang sudah bercampur dengan kotoran manusia itulah yang kemudian diracik oleh Mitsuyuki Ikeda.

Setelah diuji oleh tester, daging buatan tersebut (katanya) rasanya enak. Adapula, kandungan dalam daging sintetis ini ialah 3% lipid, 9% mineral, 25% karbohidrat dan sisanya ialah protein sebanyak 63%.

BERNIAT MENCOBANYA???

5 komentar:

  1. haha bayangin aja udah jijik banget tuch..
    kayak gax ada makanan lain aja
    gan,, ditunggu kunjungan baliknya nie..
    dewasetiawan.blogspot.com
    tukeran link juga boleh email aja yaw;;)

    BalasHapus
  2. Hahahaha,,,, Jijik ah, gak mau nyoba, >_<

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  4. Itu over kreatif.. hahaha tapi informasinya mantab.. apa indonesia ntar gitu juga,..?
    oh iya.. saling berkunjung ke blog dari bali.. di tunggu kunjungan di blog tiang.. hahaha

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Budayakan memberi komentar setelah membaca